01 Agustus 2007

Menkominfo Dukung Penerapan e-Learning

JAKARTA Nasib bangsa ditentukan oleh pendidikan. Dengan kondisi geografis Indonesia yang memiliki banyak pulau, maka sistem pendidikan berbasiskan teknologi informasi atau e-learning adalah pilihan tepat.

“Nasib bangsa ditentukan oleh pendidikan. Dan dengan information and communication technology (ICT) akan membuat bangsa lebih terbuka dan lebih kolaboratif,” kata Mohammad Nuh saat membuka ”National Education Congress Acer 2007” di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (1/8/2007).

Dia menambahkan, falsafah kolaborasi ini akan membuat bangsa lebih memiliki open mind system. Proses belajar-mengajar bukan sekadar transfer ilmu, pengetahuan atau teknologi dari dosen ke mahasiswa atau dari guru ke murid, namun yang lebih penting adalah transformasi budaya. Transfer ilmu dan tranformasi budaya dapat dimaksimalkan dengan menggunakan ICT.

Aspek positif penggunaan e-learning ini adalah proses belajar lebih maksimal, masyarakat terbiasa menggunakan teknologi dan nilai tambahan untuk menggunakan teknologi bagi pendidikan.

Keuntungan tersebut antara lain peserta didik yang tidak terbatas, proses yang lebih interaktif, dan kemudahan distribusi ilmu yang bisa didapat di mana saja dan kapan saja. Dengan demikian ICT akan memperkecil gap edukasi maupun digital divide.

Namun, Menkominfo menyatakan penerapa e-learning memerlukan tiga aspek yakni kesiapan masyarakat, konten dan infrasturkut. Kesiapan itu meliputi e-readiness yakni kesiapan masyarakat untuk menerima dan memanfaatkan sistem perangkat elektronik dan e-literacy yakni memberantas buta teknologi dengan cara tidak menjadikan komputer sebagai produk high-tech yang complicated apalagi memosisikan barang tersebut sebagai barang mewah. Karena itu akan menimbulkan ketakukan masyarakat untuk menyentuh teknologi.

Konten dianggap penting karena e-learning membutuhkan konten dengan tingkat interaktif yang sangat tinggi.

Sedangkan menyangkut infrastruktur, pemerintah sedang berusaha meningkatkan ICT dengan bergabung dalam proyek Palapa Ring yang dapat menjangkau 10.000 Km wilayah Indonesia terutama Indonesia Timur, di mana mengeluarkan dana Rp4 triliun.

Selain itu, pemerintah juga berencana memberikan subsidi bandwitch kepada institusi pendidikan yang ada di Indonesia. (mbs)

Online Photo Printing HP di Asia

SINGAPURA - Lewat bantuan situs Snapfish, Hewlett Packard (HP) mendukung layanan cuci cetak secara online di Singapura dengan penyediaan infrastruktur sampai sumber daya manusia.

"Kami memilih Singapura karena negara ini memiliki penetrasi teknologi yang cukup besar di Asia. Bahkan dengan banyak pengguna. Hal ini menjadikan Singapura sebagai pasar yang potensial untuk teknologi cuci cetak online ini," ujar Bala Parthasarathy, Vice President Online Imaging, HP Imaging and Printing Group untuk Asia Pasifik dan Jepang, seperti dilansir ZDnetAsia, Senin (30/7/2007).

Situs ini akan melayani kegiatan cuci cetak digital secara online. Semua komponen dalam situs tersebut disesuaikan dengan pasar lokal yang ada, misalnya bahasa yang digunakan, tampilan, produk sampai infrastruktur pendukungnya. Walaupun kantor pusat Snapfish berada di Amerika Serikat tapi seluruh kegiatan operasional (seperti tempat pencetakkan) akan dipusatkan di Singapura.

"Dengan kata lain walaupun provider situs terdapat di luar negeri namun proses pencetakan berada di negara lokal dan hasil cetakan akan dikirimkan langsung ke rumah anda," tambah Parthasarathy.

Layanan ini bisa dibilang hampir sama dengan layana cuci cetak lokal di Indonesia yang diusung oleh Fuji Image Plaza beberapa tahun lalu. Fuji mengetengahkan layanan cuci cetak dimana pelanggan Fuji cukup datang ke sebuah situs yang disediakan. Dalam situs tersebut pelanggan bebas meng-upload foto untuk kemudian dicetak secara online.

Bedanya Snapfish menyediakan layanan pengiriman hasil cuci cetak langsung ke rumah pelanggan. Sedangkan Fuji Indonesia mempersilakan pelanggan untuk mengambil langsung hasil cuci cetak di outlet-outlet Fuji terdekat.

HP sendiri belum menyatakan secara pasti kapan layanan tersebut akan memasuki Indonesia. Hanya saja, masih dalam sumber yang sama, situs yang sama untuk negara-negara Asia lainnya akan diberlakukan secara bertahap dalam beberapa bulan lagi. (sar)

Microsoft Tidak Yakin Google Mampu Bersaing di Pasar Ponsel

Sarie Novian - Okezone
NEW YORK - Microsoft diklaim NewYork Times (NYT) sebagai vendor tersukses di dunia untuk urusan software ponsel. Berita yang diturunkan NYT ini merupakan salah satu bentuk tanggapan Microsoft akan masuknya Google dalam pasar ini.

Microsoft merupakan salah satu vendor komputer yang bermain di software ponsel. Bahkan dalam satu pernyataannya di NYT, Bill Gates, Pimpinan Microsoft, menyatakan secara pongah bahwa tidak mungkin Google bisa mengalahkan kekuasaan Microsoft di pangsa pasar ini.

"Berapa banyak produk Google yang telah dan akan diluncurkan nanti? berapa banyak dari jumlah tersebut yang akan mendatangkan keuntungan bagi Google?" ujar Gates, seperti dilansir YahooNews dari New York Times, Senin (30/7/2007).

Sumber yang sama langsung menjawab pertanyaan Bill Gates dengan menyebutkan bahwa Google telah memperkenalkan lebih dari 30 jenis produk dan hanya satu produk saja yang mampu mendapatkan keuntungan. "Jadi Google membuat produk dengan prediksi bahwa software tersebut akan dibenamkan pada sebuah ponsel terbaik di dunia tanpa memberikan pergantian biaya apa-apa?" lanjut Gates.

Ketika Google akan memasuki pasar software ponsel dengan produk buatan mereka sendiri, pada saat yang bersamaan, Microsoft telah melaju dengan menguasai hampir 10 persen pasar software ponsel. (sar)

Berita Terkait